15 November 2008

BAYI SUNGSANG, HARUSKAH DI OPERASI CESAR?

Bayi Sungsang atau yang dalam bahasa medis disebut Mal Presentasi, adalah keadaan di mana bokong bayi berada di posisi terendah janin di dalam panggul. Posisi tidak lazim, karena seharusnya posisi terendah di dalam panggul adalah kepala.

Posisi bayi sungsang umumnya ditemukan pada kehamilan kurang bulan (preterm) atau di usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Kondisi banyi sungsang prosentasenya ternyata cukup tinggi, yakni mencapai 33 persen.

Namun jumlah ini akan menurun saat usia kehamilan bertambah dan mendekati cukup bulan, yaitu sekitar minggu ke 36-37 menjadi sekitar 2-3 persen.

"Angka itu secara gradual menurun drastis. Pada usia kehamilan muda, air ketuban cukup banyak sehingga memungkinkan janin untuk bergerak dan berputar di dalam rahim," ungkap dr. UF Bagazi, Sp.OG, dari rumah sakit Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta.

Menurut pria yang akrab dipanggil Dr. UF ini, kelainan letak bayi terjadi akibat beberapa sebab, diantaranya akibat :
  • Panggul ibu yang sempit
  • Letak plasenta yang berada di bawah (placenta previa)
  • Kelainan janin akibat Hydrocephalus
  • Kehamilan kembar
  • Adanya tumor seperti Myoma di daerah panggul yang menyebabkan kepala bayi tidak berada di bawah.


Tapi tak perlu panik, sebab bayi sungsang masih dapat dikembali ke posisi normal dengan beberapa cara. Seperti dengan melakukan pemutaran external cephalic version atau versi luar.

Menurut dr. UF, tindakan ini baru bisa dilakukan bila kehamilan telah mendekati waktu kelahiran (full term). Sebelumnya, dokter tentu harus melakukan serangkaian pengecekan terlebih dulu guna mengetahui beberapa indikasi.

Letak plasenta yang tidak normal, air ketuban yang tak mencukupi serta usia kehamilan sang ibu sangat mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan. "Bila terjadi gawat janin yang harus dilarikan ke rumah sakit segera, maka tindakan bedah cesar harus siap dilakukan," terangnya.

Ibu juga bisa melakukan pemutaran posisi bayi secara alamiah, yaitu dengan melakukan Knee Chest Position atau posisi layaknya tengah bersujud. Manuver ini, terang dr. UF, dapat memutar posisi bayi secara alamiah.

Operasi cesar alternatif terakhir

Bila kedua cara di atas tak juga memberi hasil, maka jalan satu-satunya adalah dengan melakukan persalinan melalui operasi cesar, karena dapat menurunkan risiko yang dialami janin saat lahir.

Bayi yang lahir secara normal dalam kondisi sungsang, memiliki risiko komplikasi yang cukup besar dibanding bayi yang letaknya normal. Karena itu dokter umumnya cenderung memilih proses persalinan bedah cesar, meski tetap bukan 'harga mati'.

Persalinan secara normal bayi yang letaknya sungsang, harus dilakukan oleh dokter kandungan yang memang telah ahli dan terbiasa menangani persalinan bayi sungsang.

Beberapa literatur menyebutkan, dokter yang membantu persalinan normal bayi sungsang harus berpacu dengan waktu. Sebab, jeda waktu antara keluarnya tali pusat dengan kepala bayi hanya sekitar tiga atau delapan menit saja untuk menghindari risiko tingginya kematian janin.

Selang waktu antara ketuban pecah dengan persalinan pun tak boleh lebih dari delapan jam, ini untuk menghindari terjadinya kemacetan dan kepala bayi yang tengadah (Hyperekstersi) yang menyebabkan sang bayi tak dapat lahir atau after coming head dystocia.

Kedua kondisi inilah, yang menurut dr. UF, menyebabkan angka kematian dan kesakitan bayi meningkat. "Dari dasar itu semua, maka beberapa penelitian menyebutkan bahwa persalinan yang terbaik adalah dengan Cesar," ujarnya.

Bagi bayi yang sungsang akibat dipicu adanya tumor atau placenta previa, maka operasi cesar adalah keharusan. Sebab tak ada penanganan yang bisa dilakukan, selain dengan melakukan operasi.

Menurut dr. UF, untuk mengetahui posisi bayi yang dikandung mengalami sungsang atau tidak, sebaiknya jangan hanya berdasarkan hasil USG. "Saat kontrol, sebaiknya ibu aktif bertanya perihal :

  • Letak janin di dalam kandungan
  • Umur kehamilan
  • Perkiraan berat janin
  • Letak plasenta
  • Volume air ketuban,"

sarannya.

Janin kembar beresiko sungsang

Untuk menduga apakah janin Anda berposisi sungsang atau tidak, sebenarnya ibu hamil dapat mengetahuinya dengan merasakannya melalui gerakan janin atau dengan meraba perutnya.

Untuk ibu yang tidak memiliki panggul sempit, atau bobot bayi di dalam rahim tak lebih dari 4000 gram, maka persalinan konvensional sebenarnya masih dapat ditempuh.

Posisi bayi sungsang paling besar terjadi pada kehamilan kembar, sebab rahim mengalami over distended atau teregang. Kondisi rahim yang terbatas, membuat janin saling berdesakan tanpa bisa dihindari.

"Saran saya, setiap kontrol ke dokter di usia kehamilan 28 minggu, jangan lupa untuk menanyakan letak janin Anda," tandas dr. UF.


diambil dari ..:. www.halohalo.co.id

STIMULASI JANIN DALAM PEMBENTUKAN POTENSI ANAK

Beberapa fakta tentang perkembangan sistem indera dan saraf pada janin :

  1. Pergerakan : Telinga bagian depan, organ yang mengindra pergerakan, terbentuk pada minggu ketujuh belas, dan saraf yang bertugas mentransmisikan indera pergerakan disekat pada minggu keduapuluh empat (Meski kita biasa mengatakan bahwa kehamilan berlangsung selama sembilan bulan, waktu selengkapnya berlangsung selama empat puluh minggu atau sepuluh bulan.) Informasi terbaru menyebutkan bahwa pergerakan adalah indera pertama yang berfungsi.
  2. Sentuhan : Saraf yang mengindra sentuhan terbentuk pada minggu keduapuluh empat kehamilan. Otak janin menanggapi sentuhan pada minggu keduapuluh enam.
  3. Penglihatan : Saraf optik, yang mentransmisikan cahaya dari mata ke otak, terbentuk pada minggu kedelapan. Janin bayi pertama kali menanggapi cahaya pada minggu keduapuluh tujuh. Mata janin dapat mempertahankan tatapan stimulasi berpola pada minggu ketiga puluh. Sepuluh minggu penuh sebelum kelahiran normal.
  4. Rasa : Indera perasa mulai terbentuk pada minggu keduapuluh. Dalam percobaan-percobaan, janin berumur tiga puluh empat minggu didapatkan lebih sering menelan cairan ketuban yang manis daripada cairan ketuban yang rasanya tidak sedap.
  5. Pendengaran : Saraf yang membentuk telinga janin terbentuk dengan lengkap pada awal minggu keduapuluh delapan. Lubang telinga terbuka pada minggu ketigapuluh enam, dan kematangan otak janin dalam menanggapi suara secara matang terjadi pada minggu ketigapuluh lima.
  6. Penciuman : Gelembung dan saraf olfaktori, yang membentuk indera penciuman, terbentuk sepenuhnya pada minggu ketujuh belas. Aktivitas di daerah otak yang berperan dalam penciuman telah terjadi sebelum kelahiran.


Potensi anak dapat dibentuk sejak masa sebelum lahir dengan cara melakukan stimulasi pada janin. Beberapa stimulasi yang dapat diberikan pada janin :

  1. Penyinaran cahaya, pemutaran bunyi dan pengelusan perut yang hamil untuk mengukur reaksi janin
  2. Pada usia kehamilan dua belas minggu, janin menelan ketuban secara teratur. Hanya sedikit saja yang diminumnya setiap hari. Sebagian masuk ke paru-paru dan paling banyak masuk ke jaringan pencernaan. Kegiatan ini membantunya berlatih menelan. Cairan ketuban yang pahit ini juga menstimulasi kepekaan indera pengecapnya
  3. Menghisap jari dimulai sejak sebelas minggu. Janin harus menghisap untuk membentuk otot rahang dan pipi sehingga pada gilirannya akan siap menyusu setelah dilahirkan. Ia mengarahkan tangan ke mulutnya dengan koordinai yang baik, membuka matanya pada umur dua puluh sembilan minggu mungkin untuk melihat tangan dan lingkungannya di dalam rahim. Ibu melakukan pergerakan alamiah meliputi berputar, duduk, berjalan, membungkuk dan berbaring. Saat melakukannya, kantung ketuban bergerak juga.
  4. Pernafasan ibu (umumnya 12 tiap menit saat beristirahat) menyebabkan gelombang yang halus di dalam kantung ketuban.
  5. Senam, khususnya yang disertai musik dan ritme, aktivitas ini menimbulkan stimulasi gerakan dan suara
  6. Pemutaran musik yang tenang
  7. Mengusap perut, sebagian wanita bisa mengalami adanya sensasi kontraksi saat mereka mulai mengusap perutnya.
  8. Menekan setelah janin menendang. Mengajarkan bahwa aktivitasnya menghasilkan perubahan pada lingkungannya. Ini disebut sikap inisiatif dan aktivitas yang juga penting karena ia belajar bahwa ia memiliki sedikit kendali atas dunianya. Barangkali ia berpikir “Kalau saya menendang, Ibu menepukku, mengusapku dan berbicara kepadaku. Aku benar-benar berkuasa. Hebat!”
  9. Berbicara dengan janin. Mengenalkan bahasa dan meningkatkan kedekatan orang tua dengan janin. Caranya bisa langsung ataupun dengan membuat rekaman pra kelahiran.
  10. Memutar rekaman pra kelahiran, mulailah memutarnya pada kehamilan minggu kedua puluh. Lakukan secara teratur selama dua bulan terakhir. Basahi perut dengan dua tetes air di atas perut di bagian yang akan ditempati headphone. Air membantu perambatan suara. Tempatkan masing-masing bagian earpiece dari headphone di kedua sisi perut ibu hamil pada garis bikini. Putarlah rekaman pada volume 3 atau kurang. Ingatlah bahwa janin paling waspada dan responsif pada jam 20.00 hingga tengah malam. Memperdengarkan rekaman suara ibu dan ayah sebelum kelahiran dapat meningkatkan kualitas komuniksi dengan telinga janin
  11. Beraktivitas positif, ibu hamil hendaknya beraktivitas positif (belajar) selama kehamilannya. Meski janin tidak belajar secara langsung, perilaku mental sang ibu merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memberi rasa aman pada bayi. Hal ini kelak akan menjadi dasar perilaku positif dalam proses belajarnya setelah ia lahir. Misalnya : memperbanyak ibadah, membaca buku, mengikuti program senam hamil, dll.

Wiratih Rahayu, tugas kuliah



diambil dari ..:. bawana.wordpress.com (Judul asli : Pembentukan potensi anak berdasarkan perkembangan pralahir)