09 November 2008

ANEMIA PADA IBU HAMIL

Wanita mengalami menstruasi, wanita akan mengalami masa hamil dan menyusui. Semua orang tahu bahwa itulah kodrat wanita. Tapi apakah anemia juga akan menjadi kodrat wanita? Angka kejadian anemia pada wanita memang lebih tinggi dibandingkan pada pria.Angka anemia pada wanita di Indonesia mencapai angka 20%, wanita hamil 50-70%, dan pria sekitar 3% . Tampak perbedaan yang signifikan antara wanita dan pria.
Penyebab anemia memang bermacam-macam dan dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan besar yaitu :
- anemia gizi
- anemia nongizi.

Anemia gizi berhubungan dengan kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi (Fe), asam folat, dan atau vitamin B12.

Anemia non gizi penyebabnya antara lain karena :
- perdarahan
- penyakit kronis
- dan penyakit bawaan.

Khusus untuk wanita, kasus anemia banyak berhubungan dengan kodrat wanita yaitu :
- menstruasi
- hamil
- menyusui.

Siklus menstruasi normalnya terjadi setiap 21-35 hari, dengan lama haid berkisar 4-7 hari. Jumlah darah yang keluar total berkisar antara 30-40 ml selama menstruasi. Bagi wanita yang mengalami menstruasi, dari darah yang hilang tersebut, tubuh kehilangan zat besi sebanyak 0,5-1 mg setiap harinya selama menstruasi. Jumlah ini tentunya akan meningkat pada keadaan menorrhagia (saat darah menstruasi yang keluar lebih banyak dari normal) dan saat metrorrhagia (saat menstruasi datang lebih cepat dan lebih sering dari biasanya).

Pada saat hamil dan menyusui, wanita juga membutuhkan tambahan zat besi sekitar 800-1000mg. Jumlah sebanyak itu diperlukan untuk :
- pembentukan sel darah merah membutuhkan 300-400 mg zat besi
- janin membutuhkan zat besi 100-200mg
- pertumbuhan plasenta membutuhkan zat besi 100-200 mg
- dan perkiraan zat besi 200mg hilang selama proses melahirkan.

Oleh sebab itu kepada wanita-wanita, pencetak generasi bangsa yang berkualitas, ada beberapa tips yang dianjurkan untuk mencegah anemia, yaitu :
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ikan, daging, hati, dan ayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, tempe.

  • Konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C karena vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi.

  • Menambah pemasukan zat besi ke dalam tubuh dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah.

  • Tidak mengkonsumsi teh dan kopi bersamaan dengan makanan atau suplemen yang mengandung zat besi karena menghambat absorpsinya.

  • Mengobati penyakit yang menyebabkan atau memperparah anemia seperti cacingan, malaria, TBC, tukak lambung.

Mengalami mens, hamil, dan menyusui adalah kodrat...tapi anemia bisa kok diatasi.


diambil dari ..:. www.sakafarma.com

MULTIVITAMIN BAGI IBU HAMIL

MEMPERBAIKI gizi ibu hamil dan menyusui bukan sekadar dengan memberi obat yang mengandung zat besi dan asam folat. Ibu hamil juga perlu diberi suplemen multivitamin dan mineral, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan ibu akan gizi semasa hamil dan menyusui.

Dr Anuraj Shankar, Direktur Program SUMMIT (Supplement with Multiple Micronutrients Intervention) mengemukakan hal itu dalam “Seminar Kesehatan Ibu dan Anak” di Mataram, NTB, Selasa (7/8).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen yang mengandung satu vitamin dan mineral seperti vitamin A, zat besi, zinc, calcium, dan asam folat, dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan bayinya.

Program SUMMIT antara lain mengarah pada, bagaimana kebijakan pemberian zat besi dan asam folat yang telah terbukti manfaatnya meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan bayinya, ditambah dengan zat gizi lainnya seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, niasin, mineral, yodium, zat tembaga, dan selenium.

Zat-zat tersebut bermanfaat untuk :
- membantu pertumbuhan
- mencegah infeksi dan anemia
- mengurangi jumlah berat badan bayi lahir rendah (BBLR)
- menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
Suplemen multivitamin dan nutrisi dibagikan pada ibu hamil dan menyusui (sampai tiga bulan setelah melahirkan).


diambil dari ..:. www.gizi.net