01 Agustus 2012
Pendarahan Pada Kehamilan Trimester Pertama
Pendarahan pada awal kehamilan tidak selalu normal, tetapi sering terjadi hampir pada 30% kehamilan. Dan setengah dari wanita yang mengalami pendarahan pada awal kehamilan masih dapat melanjutkan kehamilannya dan melahirkan bayi yang sehat.
Perdarahan pada bintik sangat sedikit atau pada awal kehamilan bisa menjadi hal yang normal yang disebut sebagai pendarahan karena implantasi embrio pada dinding rahim yang menyebabkan dinding rahim melepaskan sejumlah kecil darah biasanya terjadi sekitar 7-9 minggu kehamilan dan hanya terjadi satu atau dua hari.
Banyak wanita juga mendapatkan bintik / spot perdarahan setelah hubungan seksual, atau mengangkat beban berat, atau karena aktivitas yang berlebihan hal ini karena servik mengandung lebih banyak pembuluh darah dan pelebaran pembuluh darah selama kehamilan. Untuk batas ini aktivitas Anda sampai bercak pendarahan hilang.
Tetapi perdarahan atau bercak perdarahan selama trimester pertama kehamilan, juga dapat menjadi tanda ancaman keguguran. Ada dua istilah medis yang harus dipertimbangkan ketika terjadi perdarahan pada trimester pertama kehamilan Kehamilan ektopik Keguguran atau. Anda mungkin mengalami keguguran jika perdarahan menjadi hebat (lebih dari 1 gelas), biasanya sering disertai dengan kram perut. Kadang-kadang juga disertai pelepasan bekuan darah atau jaringan janin. Sedangkan gejala untuk kehamilan ektopik adalah pendarahan vagina disertai rasa sakit perut bagian bawah pada satu sisi.
Meskipun bercak pendarahan (spotting) pada trimester pertama kehamilan adalah sesuatu yang tidak terlalu aneh (sering terjadi pada 30% kehamilan), tetapi Anda harus memberitahukan dokter anda tentang hal ini sehingga dokter dapat memonitor dan mengantisipasi komplikasi kehamilan lainnya.
Dan hubungi dokter anda SEGERA jika terjadi pendarahan banyak, kram yang hebat, sakit perut bagian bawah atau demam persisten / panas tubuh. Semua ini bisa menjadi tanda ancaman keguguran atau komplikasi lain seperti kehamilan ektopik.
Biasanya dokter akan melakukan Doppler untuk mendengarkan detak jantung janin dan / atau USG. Untuk mengkonfirmasi diagnosis.
Jika Anda masih khawatir dan bingung dengan pendarahan yang anda alami ini, apa perasaan dan mengungkapkan pikiran anda kepada dokter anda.
Karena kehamilan, persalinan dan mendapatkan seorang bayi adalah salah satu peristiwa indah dan luar biasa dalam hidup Anda, sehingga komunikasi yang baik dengan dokter Binalah Anda, sehingga Anda memiliki kehamilan dan persalinan yang sehat dan menyenangkan.
Diambil dari ...:. InfoBalita
Wanita Yang Sering Konsumsi Ikan Saat Hamil Berpotensi Melahirkan Anak Cerdas
Janin ataupun bayi yang sehat tak hanya diindikasikan dari peningkatan berat dan kelengkapan organ fisiknya. Tak kalah penting adalah aspek kecerdasan mental dan otaknya. Salah satu nutrisi yang dianggap sebagai makanan sehat bagi otak adalah asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan. Itulah sebabnya, ibu hamil (bumil) disarankan memasukkan ikan dalam daftar menu makanannya untuk mengoptimalkan potensi otak janin dalam kandungannya. Di sisi lain, ikan tak sepenuhnya aman karena bisa jadi di dalam tubuhnya terkandung zat beracun seperti merkuri yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Itulah sebabnya, para ahli kesehatan masih memperdebatkan, sampai seberapa level aman konsumsi ikan bagi bumil, tanpa menyebabkan janinnya “keracunan” merkuri.
Badan Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika (US Food and Drug Administration /FDA) menyarankan bumil mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons ikan per minggu. Akan tetapi, sebuah koalisi ilmuwan gizi medik bersikeras bahwa jumlah tersebut masih terlalu sedikit. Data terbaru menunjukkan bahwa wanita masih belum mengonsumsi ikan dalam jumlah cukup, dan ini sangat mengkhawatirkan, sederhana saja, tak ada jalan lain untuk mendapatkan asupan omega 3 yang baik bagi perkembangan otak sebaik yang Anda dapatkan dari ikan.
Ikan memang mengandung asam lemak omega 3, sejenis lemak menguntungkan yang penting bagi perkembangan saraf otak. Asupan ikan yang kurang dari rekomendasi pemerintah faktanya dapat menyebabkan perkembangan mental anak “terganggu”. Itulah hasil kajian sejumlah peneliti di Amerika dan Inggris yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2007 silam. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi sekurangnya tiga porsi ikan per minggu semasa hamil, memiliki hasil tes fungsi mental yang lebih bagus dibandingkan rekan sebayanya.
Dr Emily Oken, seorang asisten profesor dari Department of Ambulatory Care and Prevention di Harvard Medical School dan Harvard Pilgrim Health Care di Boston, Amerika, juga melakukan penelitian yang menilai manfaat gizi versus risiko terkontaminasi “racun” dari konsumsi ikan selama kehamilan. Untuk keperluan tersebut, Oken dan timnya mewawancarai 341 wanita perihal konsumsi ikan selama trimester kedua kehamilan, juga mengetes kadar merkuri dalam darah mereka.
Saat anak yang terlahir sudah berusia 3 tahun, peneliti melakukan tes keterampilan motorik dan intelektual terhadap anak-anak ini. Hasilnya, skor tes lebih tinggi didapati pada anak-anak yang ibunya makan lebih dari dua porsi ikan per minggu dan memiliki kadar merkuri rendah. “Artinya, manfaat optimal didapat wanita yang mengonsumsi ikan rendah merkuri,” kata Oken seraya menambahkan bahwa skor tinggi tetap didapat pada bumil yang mengonsumsi tuna kalengan lebih dari dua porsi seminggu.
Penelitian lainnya yang berkala lebih besar berupaya mengumpulkan data lebih dari 25.000 anak yang terlahir dari ibu berkebangsaan Denmark. Diketahui bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi lebih banyak ikan semasa hamil memiliki keterampilan motorik dan kognitif lebih baik dibanding anak-anak yang ibunya makan ikan dalam jumlah sedikit.
“Dibanding wanita yang makan ikan paling sedikit, wanita yang makan ikan terbanyak (sekitar 14 ons per minggu) memiliki anak dengan perkembangan 30 persen lebih bagus. Manfaat ini sama dengan anak yang usianya sebulan lebih tua atau anak yang disusui ASI eksklusif selama setahun,” katanya. The National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition bekerja sama dengan the Maternal Nutrition Group, sebuah komunitas independen para dokter, peneliti dan ahli gizi, pada 2007 menyarankan para wanita hamil mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet sehatnya. Namun, banyak wanita yang menginterpretasikan panduan yang diberikan FDA sebagai larangan atau batasan konsumsi ikan.
Pada 2004, FDA menyarankan bumil, termasuk ibu yang baru melahirkan dan balita, untuk menghindari jenis ikan tertentu yang disinyalir berkadar merkuri tinggi, yang kemungkinan dapat “meracuni” perkembangan sistem saraf bayi dan anak. Jenisnya meliputi hiu, todak (swordfish), king mackarel, dan tilefish.
FDA menyarankan untuk memilih jenis ikan rendah merkuri dan mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons, yakni cukup dua porsi ikan atau seafood per minggu. Namun, banyak orang Amerika, termasuk bumil, tidak mencukupi asupan yang direkomendasikan tersebut. “Pesan kami, mengurangi konsumsi ikan bukanlah hal yang bagus karena ikan itu penting untuk perkembangan otak bayi!” sebut Meehan.
Selain ikan, santapan lainnya yang harus ada dalam daftar menu bumil adalah buah dan sayur. Selain tinggi vitamin dan mineral, dua kategori pangan tersebut juga kaya serat dan asam folat. Karena itu, bumil diharapkan mengonsumsi sayur dan buah setidaknya lima porsi per hari.
Diambil dari ...:. InfoBalita
Obesitas Saat Hamil Hambat Suplai Oksigen ke Janin dan Bisa Fatal
Ibu hamil yang menderita kegemukan akan menghadapi bahaya keguguran, bayi lahir mati dan bayi prematur, dan cenderung melahirkan anak yang menderita diabetes dan penyakit jantung. Bahkan sebuah penelitian menemukan wanita obesitas memiliki kemungkinan memiliki anak autis hampir 70 persen.
Alasan mengenai hal ini belum jelas, tetapi penelitian di Kanada tersebut menyimpulkan bahwa obesitas merongrong perkembangan pembuluh darah di plasenta, yang pada gilirannya membatasi oksigen pada janin.
"Bayi-bayi di dalam rahim telah diprogram untuk merespon hal-hal yang terjadi pada ibunya sehingga dapat tumbuh menjadi penderita obesitas, hipertensi, diabetes dan masalah pada jantung kelak di kemudian hari," kata Dr. Andree Gruslin, seorang dokter spesialis janin dari University of Ottawa seperti dilansir dari canada, Kamis (10/5/2012).
Tim di belakang penelitian tersebut memperingatkan bahwa studi ini menggunakan subyek hewan, yang belum menjamin akan terjadi juga pada manusia.
Tetapi penelitian lain terhadap manusia juga menunjukkan bahwa dari 300.000 kelahiran di Kanada setiap tahunnya, sekitar 23 persen wanita hamil yang obesitas mengalami sejumlah komplikasi pada proses kelahiran.
"Angka tersebut sudah termasuk risiko keguguran, kelahiran mati serta bayi lahir prematur, terlalu kecil atau terlalu besar. Anak-anak juga lebih cenderung berisiko menderita penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 di kemudian hari. Hal tersebut mungkin disebabkan kurangnya suplai oksigen ke janin selama dalam kandungan," kata Sandeep Raha, seorang ahli biokimia di McMaster University di Hamilton, Ontario yang merupakan salah seorang dari tim penelitian tersebut.
Diambil dari ...:. DETIK.com
Ibu Obesitas Berpotensi Lahirkan Bayi Autis
“Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari sepertiga perempuan Amerika yang melahirkan mengalami obesitas dan hampir sepersepuluh dari perempuan melahirkan mengalami diabetes gestasional atau diabetes tipe II,” kata pimpinan tim peneliti, Paula Krakowiak, dari University of California, di jurnal Pediatric.
Menurut penelitian ini, perempuan hamil yang mengalami obesitas, diabetes gestasional, atau diabetes tipe II (bukan karena keturunan), dan hipertensi memiliki kemungkinan 1,61 kali lebih besar untuk memiliki anak autis. Selain itu, ibu hamil dengan kondisi serupa memiliki kemungkinan 2,35 kali lebih besar untuk mempunyai anak dengan masalah perkembangan lainnya.
Penelitian di California, Amerika Serikat, ini melibatkan 1.004 pasang ibu dan anak dari berbagai latar belakang. Sebanyak 517 pasang ibu dan anak memiliki latar belakang anak dengan autisme, 172 pasang memiliki latar belakang anak dengan masalah perkembangan lainnya, dan 315 pasang dianggap normal.
Masih menurut penelitian yang sama, ibu hamil yang mengalami obesitas atau diabetes lebih berpotensi melahirkan anak cacat, antara lain anak dengan defisit kecacatan yang lebih besar dalam berbahasa atau berkomunikasi. “Berat badan ibu sangat mungkin berhubungan dengan masalah perkembangan saraf pada janin. Masalah ini patut menjadi perhatian karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat," kata Krakowiak.
Para peneliti menyatakan terganggunya perkembangan saraf pada anak merupakan manifestasi berbagai kejadian yang dialami sejak masih berada dalam kandungan. Ibu diabetesi membutuhkan lebih banyak insulin tingkat tinggi. Selain itu, ia membutuhkan lebih banyak oksigen. Akibatnya, janin mengalami kekurangan oksigen.
Beberapa dokter anak di Tanah Air belum sepenuhnya sepakat dengan hasil penelitian itu. Ahli pediatri dan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Hardiono Pusponegoro, membenarkan adanya publikasi yang mengaitkan ibu hamil dengan obesitas dan diabetes sebagai penyebab autisme. "Namun temuan itu masih harus dikaji kembali," katanya.
Diambil dari ...:. TEMPO.CO
02 Juli 2012
SELUK BELUK STRETCH MARK, PENCEGAHAN DAN PENANGANANNYA
Munculnya stretch mark biasanya diawali dengan garis kemerahan atau keunguan pada permukaan kulit, lama kelamaan warna tersebut akan berubah menjadi garis-garis putih yang bila lebih diamati lagi, lebih mirip warna silver.
Secara medis, stretch mark disebut 'striae' dan muncul akibat kulit meregang dalam tempo singkat. Stretch mark tak hanya terjadi pada wanita hamil, sebab pada orang yang mengalami kegemukan pun bisa timbul akibat timbunan lemak di dalam tubuh.
Intinya, stretch mark terjadi akibat kulit harus meregang secara mendadak dan cepat, sehingga kulit menjadi kehilangan elastisitasnya. Bisa juga akibat pengaruh obat steroid bagi penderita asma.
"Tapi memang paling sering terjadi pada wanita hamil, hampir 90 persen wanita hamil terkena stretch mark," tutur dr. Nanden S. Prabu, SpKK dari Obagi Dermatologi Medical Clinics.
Garis-garis pada kulit ini pun dapat terjadi di beberapa bagian kulit, "Pada ibu hamil, daerah-daerah utama yang biasa terjadi adalah di payudara, dinding perut, paha dan bokong," tambahnya.
Melemahnya lapisan dermis
Kulit sebenarnya terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan teratas epidermis, lapisan tengah dermis dan lapisan terdalam, subcutaneou.
Terjadinya stretch mark sangat berpengaruh dengan lapisan dermis, sebab lapisan ini bertugas untuk mendukung kulit dan menjaganya agar tetap mulus. Dermis juga menjadi rumah bagi pembuluh darah yang mengangkut nutrisi untuk sel-sel kulit.
Lapisan dermis terbuat dari jaringan elastis yang membuat kulit mampu meregang sesuai kebutuhan tubuh. Tapi bila tubuh semakin membesar dalam tempo singkat, seperti saat hamil, serat ini akan melemah dan akhirnya pecah akibat kulit yang menipis.
Karena itu, munculnya stretch mark ditandai dengan menyebarnya pembuluh darah melalui lapisan dermis ke lapisan kulit epidermis yang menipis.
"Tapi jika kehamilannya terkontrol, dalam arti tidak terlalu besar dan ibu senantiasa menjaga tubuh, mungkin tak akan timbul stretch mark," ungkap dr. Nanden lagi.
Menurut dr. Nanden, stretch mark juga di picu oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, produksi hormon corticosteroid, kekurangan cairan dan masalah nutrisi. Jadi bila orangtua Anda - khususnya ibu - memiliki stretch mark, maka Anda pun cenderung mendapatkannya.
Wanita yang berkulit lebih gelap tidak banyak mengalami stretch mark, kemungkinan karena kadar melanin dalam tubuhnya lebih banyak. Sedang wanita yang tubuhnya banyak memproduksi hormon corticosteroid atau hormon yang menurunkan kadar collagen kulit, lebih mudah terkena karena kulitnya kurang elastis.
Ibu hamil yang banyak mengasup cairan, nutrisi tinggi, dan diet seimbang pun kulitnya lebih aman dari ancaman stretch mark. Dengan cukup cairan, kulit menjadi lebih elastis dan mampu merenggang seiring perkembangan tubuh selama hamil.
Menurut dr. Nanden, stretch mark tidak bisa dihilangkan seratus persen, tapi bisa diminimalisir dan dicegah bila melakukan perawatan kulit sejak dini.
Enam bulan pasca melahirkan, garis stretch mark biasanya akan memudar dan nyaris tak terlihat lagi. Tapi pada kasus yang parah dan stretch mark yang sangat nyata, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk mengetahui jenis perawatan yang dilakukan.
Cara mencegah dan mengobati
Meski akan hilang dengan sendirinya, namun belakangan sudah banyak produk yang dapat mengurangi efek stretch mark saat hamil. Produk tersebut umumnya berbentuk krim yang mengandung pelembab (moisterizer) atau collagen untuk menjaga elastisitas alami kulit, vitamin E dan A serta extra virgin coconut oil untuk membuat kulit tetap kencang.
"Selain meminimalisir munculnya stretch mark, obat tersebut juga bisa membantu mengatasi kulit yang kering serta memberi nutrisi pada kulit," tukas dr. Nanden.
Meski Retin A dianggap cukup ampuh untuk mengurangi strech mark secara signifikan, sebab mampu menembus lapisan luar kulit dan membantu memperbaiki sel kulit serta memproduksi collagen. Namun krim ini dilarang digunakan oleh ibu hamil maupun menyusui.
Pastikan krim pelembab antistretchmark yang Anda pakai tidak banyak mengandung lemak, sehingga mudah menyerap dalam kulit. Imbangi pula dengan pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi, bila perlu tambahkan suplemen yang telah dikonsultasikan pada dokter.
Oleskan krim pada kulit setiap hari, sehingga mengurangi efek kekeringan yang biasanya mengiringi terjadinya stretch mark. Pijatan lembut saat mengoles, juga ikut membantu gerak sirkulasi di area yang mengalami stretch mark serta peregangan kulit tak berdampak buruk.
Selain menggunakan produk, kedokteran pun memiliki alternatif lain untuk mengurangi stretch mark yang hanya bisa dilakukan pasca melahirkan. "Jika dengan memakai produk saja bisa terlihat lebih cerah, apalagi jika dibantu dengan tindakan-tindakan (kedokteran)," tukas dr. Nanden.
Beberapa tindakan kedokteran yang bisa dilakukan tersebut, antara lain:
1. Microdermabrasi
Tindakan ini untuk stretch mark yang sangat parah. Caranya, lapisan luar kulit akan dikelupas dengan menggunakan lampu abrasi agar permukaan kulit yang terkena stretch mark dapat kencang dan mulus kembali.
Cara ini, konon, tidak menyakitkan dan tidak membutuhkan anestesi. Sehingga pengerjaannya hanya boleh dilakukan oleh ahli kecantikan yang sudah terampil dibidangnya.
2. Dengan laser
Laser akan menstimulasi produksi collagen, tapi penggunaan alat ini tidak murah, masih dipandang ekstrim dan sebaiknya tidak dilakukan tanpa pengawasan dokter ahli.
Diambil dari ...:. halohalo
13 Juli 2011
Agar Tak Tersiksa Sakit Punggung Saat Hamil
Sekitar 80 persen wanita akan mengalami nyeri punggung di beberapa titik selama kehamilan. Tingkat keparahan rasa sakit ini berkisar dari ketidaknyamanan ringan setelah berdiri untuk jangka waktu yang lama hingga rasa sakit yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jika dibiarkan, sakit punggung selama kehamilan juga dapat menciptakan masalah yang akan terus berlangsung hingga jangka waktu yang panjang setelah melahirkan.
Sakit punggung saat hamil bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti dilansir Lifemojo, antara lain:
- Peningkatan hormon
- Pengaruh gravitasi karena perut yang semakin membesar
- Berat badan bertambah
- Postur atau posisi tubuh yang salah
- Stres
Dan ada beberapa cara yang bisa meringankan sakit punggung saat hamil, yaitu:
- Praktik postur yang baik
Saat janin semakin membesar, pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan. Hal ini akan menarik otot-otot di punggung bawah yang dapat menyebabkan sakit punggung. Jadi cobalah busungkan pantat ke belakang, tarik bahu, berdiri lurus dan tinggi. - Pijat
Pijat bagian tubuh belakang bawah sering dapat membantu menghilangkan lelah dan sakit otot. Cobalah mencondongkan tubuh ke depan di sandaran kursi atau berbaring menyamping. Pasangan Anda bisa dengan lembut memijat otot-otot sisi tulang belakang atau berkonsentrasi pada punggung bawah. - Mandi air hangat
Mandi air hangat, menempelkan paket bungkusan berisi air panas atau pancuran air hangat yang diarahkan pada punggung bisa membantu dengan nyeri punggung. - Tidur menyamping
Saat perut semakin membesar, cobalah tidur menyamping dengan salah satu atau kedua lutut ditekuk. - Menggunakan bantal di bawah perut saat tidur
Tidur menyamping dengan bantal ditempatkan di bawah perut telah terbukti mengurangi nyeri punggung. - Duduk dan berdiri dengan hati-hati
Duduk dengan kaki sedikit ditinggikan. Pilihlah kursi yang mendukung punggung atau tempatkan bantal kecil di belakang punggung bawah. Sering-seringlah mengubah posisi dan menghindari berdiri untuk jangka waktu yang lama. Jika Anda harus berdiri, istirahatkan satu kaki di bangku yang lebih rendah. - Lakukan latihan kekuatan dan stabilitas
Latihan panggul dan perut bagian bawah dapat membantu untuk mengurangi ketegangan dari kehamilan di punggung Anda.
Caranya, luruskan tangan, lutut dan punggung hingga sejajar. Tarik napas dalam dan kemudian ketika Anda bernapas keluar, lakukan latihan dasar panggul dan pada saat yang sama tarik atau kontraksikan pusar dan lepaskan. Tahan kontraksi ini selama 5-10 detik tanpa menahan napas dan tanpa menggerakkan punggung. Kendurkan otot perlahan-lahan pada akhir latihan.
Diambil dari ...:. detikHEALTH
Kemana Larinya Kenaikan Berat Badan Saat Hamil?
Ibu yang sedang mengandung memang butuh kalori ekstra dari makanan yang kaya akan zat gizi untuk menunjang pertumbuhan janin. Tapi ibu hamil tak perlu memiliki pemikiran makan untuk berdua (eat for two).
Secara umum ibu hamil akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama kehamilan, lalu 3-4 kg selama trimester kedua dan sekitar 5-7 kg selama trimester ketiga.Peningkatan berat badan yang terjadi selama hamil ini akan terdistribusi ke beberapa bagian, seperti dikutip dari WebMD, Jumat (17/6/2011) yaitu:
- Bayi mendapatkan berat badan sekitar 3-4 kg
- Plasenta mendapatkan berat badan sekitar 1-1,5 kg
- Cairan ketuban mendapatkan berat badan sekitar 1-1,5 kg
- Jaringan payudara mendapatkan berat badan sekitar 1-1,5 kg
- Pasokan darah mendapatkan berat badan sekitar 2 kg
- Penyimpanan lemak untuk proses melahirkan dan menyusui sekitar 2,5-4,5 kg
- Rahim mendapatkan berat badan sekitar 1-2,5 kg
Jika semua kenaikan berat badan tersebut ditotal, maka ibu akan mengalami peningkatan berat badan selama hamil sekitar 11,5-17,5 kg. Namun jika ibu hamil sudah mengalami kelebihan berat badan atau berat badan di bawah ideal, maka peningkatan berat badan yang seharusnya terjadi akan berbeda.
Jika peningkatan berat badan yang terjadi selama kehamilan sudah berlebihan, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Karena berat badan yang berlebih bisa memicu terjadinya diabetes saat hamil (diabetes gestational). Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi baik bagi ibu atau janin yang dikandung.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika berat badan yang naik sudah berlebihan, yaitu:
- Pilihlah makanan yang rendah lemak dan dikukus atau rebus, jika ingin mengonsumsi salad hindari penggunaan saos dan mayones serta makanan yang digoreng.
Membatasi konsumsi minuman manis atau yang bergula karena memiliki tingkat kalori tinggi tapi sedikit nutrisi. - Jangan terlalu banyak menambahkan garam saat memasak makanan, karena natrium dari garam bisa membuat tubuh menahan air.
- Membatasi permen dan makanan ringan yang berkalori tinggi, seperti kue manis, permen, donat, sirup, madu dan keripik kentang. Cobalah diganti dengan buah segar, yogurt rendah lemak, kue kering dengan buah.
- Menggunakan lemak secara moderat, yang termasuk lemak disini termasuk minyak goreng, margarin, mentega, saos, mayones, krim asam dan keju krim.
Diambil dari ...:. detikHEALTH
20 Juli 2010
BAYI TABUNG SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK HAMIL
Hampir setiap pasangan suami-istri (pasutri) sadar, tidak mempunyai anak bukanlah akhir dunia. Namun, memiliki darah daging sendiri tetap menjadi tujuan yang dirasakan penting. Apalagi banyak di kalangan masyarakat yang masih menganggap keberadaan anak tidak saja sebagai keturunan semata, tetapi juga menjadi penerus nama keluarga dan segala adat budaya yang menjadi konsekuensinya.
Tidaklah heran jika banyak pasutri yang belum memiliki anak melakukan berbagai cara untuk mendapatkan momongan. Mereka tidak lelah untuk konsultasi kepada dokter kebidanan, mengonsumsi obat penyubur, berkonsultasi ke sinse, dukun, sampai rajin makan makanan tertentu yang dianggap bisa membantu kehamilan. Namun setelah berbagai cara ditempuh, sang anak tidak juga kunjung datang. Padahal, semua konsultan mengatakan pasutri itu subur.
Menurut Prof Dr dr Sudraji Sumapraja SpOG (K), pelopor program bayi tabung di Indonesia, pasutri yang mengalami gangguan kesuburan pada tingkat dunia mencapai 10-15 persen. Dari jumlah itu, 90 persen diketahui penyebabnya. Dari jumlah tersebut, 40 persen di antaranya berasal dari faktor perempuan, 30 persen dari faktor pria, dan 30 persen sisanya berasal baik dari faktor pria maupun perempuan.
Sekarang, memiliki anak lewat program bayi tabung semakin banyak dipilih. Program ini membantu para istri maupun suami yang mempunyai masalah pada alat reproduksi atau juga karena sebab yang tidak jelas.
"Saya memilih program ini karena menurut dokter saya dan suami sehat. Tidak ada masalah dengan kandungan atau kualitas sperma. Tetapi entah kenapa, hingga sembilan tahun perkawinan, saya tidak hamil juga," kata Gita (36), yang sedang mengikuti program bayi tabung untuk ketiga kalinya.
Jika Gita tidak mengetahui penyebab ketidakhamilannya, tak demikian dengan pasangan Dwi Tugas Waluyanto (39) dan Sari Fariza (31). Setelah tiga tahun perkawinan tidak kunjung punya momongan, pasangan ini mulai berkonsultasi dengan dokter. Setiap kali konsultasi, dokter berkesimpulan tidak ada sperma yang keluar dari alat reproduksi Dwi.
Namun, Dwi dan Sari tidak percaya begitu saja. Sampai lima tahun berikutnya, mereka selalu mencari tahu dan berusaha mencari jawaban kepada berbagai ahli, baik medis maupun alternatif. Apa pun usaha yang bisa membuat Sari hamil.
"Tetapi kesimpulan mereka sama. Sari tidak bisa hamil karena saya tidak bisa mengeluarkan sperma," kata Dwi.
Sampai pada suatu saat, mereka bertemu dengan seorang dokter yang mengusulkan untuk mengikuti program bayi tabung. Mereka pun setuju mengikuti program ini walaupun sebenarnya mereka agak pesimistis.
"Dokter sih optimistis karena menurut dia sebenarnya hormon saya normal dan bisa menghasilkan sperma. Dokter curiga ada penyumbatan di salah satu tempat yang membuat sperma saya tidak keluar. Jadi mengikuti program bayi tabung adalah satu-satunya cara agar saya punya anak," kata Dwi yang memutuskan ikut program ini Agustus 2005 dan akhir Mei lalu berhasil mendapatkan dua anak kembar, Jasmin Naura Aulia dan Harisandi Kusumo Jati.
Masuk Akal
Gita sendiri memilih program bayi tabung karena menurutnya ini merupakan cara yang paling masuk akal. "Saya pernah datang ke paranormal yang berpraktik di Cibubur, Jakarta Timur. Kata orang, paranormal itu bisa membantu membuat hamil pasangan yang ingin mendapatkan anak. Tetapi sewaktu ketemu, masak dia bilang saya sudah hamil. Padahal baru seminggu sebelum ke paranormal itu saya datang bulan. Dan, sejak haid saya belum berhubungan dengan suami. Bagaimana dia bisa bilang saya hamil," cerita Gita yang juga seorang dokter.
Sebelum memutuskan ikut program bayi tabung, Gita sudah empat kali mengikuti program inseminasi, yaitu sperma suami diambil dan dipilih yang terbaik, lalu disemprotkan ke rahim istri pada masa subur.
"Biaya inseminasi relatif murah, sekitar Rp 750.000 per program. Tetapi ternyata inseminasi tidak berhasil membuat saya hamil," tutur Gita.
Setelah inseminasi tidak berhasil, Gita mulai tertarik mengikuti program bayi tabung. Apalagi waktu itu, tahun 2004, umurnya 34 tahun. Ini bukan umur yang muda untuk memulai kehamilan pertama.
"Saya tidak mungkin duduk diam menunggu keajaiban, seperti tiba-tiba saya bisa hamil. Saya harus melakukan usaha. Bagaimana hasilnya, itu terserah Yang Kuasa," kata Gita menegaskan.
Motivasi Kuat
Ketika memutuskan mengikuti program bayi tabung, pasangan suami-istri sebaiknya sudah mempertimbangkannya dengan matang. Selain harus mengeluarkan biaya yang cukup besar—dari Rp 16,5 juta sampai Rp 54 juta, tergantung paket yang diambil—pasutri yang mengikuti program ini juga dituntut memiliki kedisiplinan dan motivasi yang kuat.
"Kalau bukan karena motivasi yang kuat, saya rasa saat ini saya tidak bakalan memiliki ketiga anak yang lucu-lucu ini," kata Yenny Halim (40), ibu dari kembar tiga Stella, Vanessa, dan Rocky (4). Yenny mengikuti program bayi tabung pada tahun 2001.
Motivasi memang memegang peranan yang paling penting. Dengan motivasi, rasa sakit dan stres yang muncul selama mengikuti program ini menjadi seakan tidak cukup berarti.
Program yang lebih terfokus pada istri ini memang membawa konsekuensi berat pada istri. Setiap hari, sekitar lima sampai 14 hari (tergantung perkembangan tiap individu), istri harus disuntik pada waktu-waktu yang sama.
Jadi, setiap hari mereka—para istri—harus bolak-balik ke rumah sakit, dua kali setiap hari. Ini untuk pengambilan darah, pemeriksaan dengan ultrasonografi, dan suntik hormon yang bertujuan memperbanyak jumlah sel telur yang matang.
Kewajiban tersebut merupakan suatu hal yang melelahkan, mengingat kondisi lalu lintas di kota besar seperti Jakarta sering kali menambah stres dalam mengikuti program ini.
"Ketika suntik hormon selesai dan telur sudah siap dipanen, perut rasanya kembung sekali. Bayangkan saja, jika satu telur besarnya kira-kira 20 milimeter, sementara di perut ada 11 telur yang matang. Jadi, bisa dibayangkan perut rasanya begah banget," kata Gita.
Ini belum lagi rasa sakit ketika proses pengambilan sel telur dilakukan, dan penanamannya kembali ke rahim setelah menjadi embrio.
"Biarpun sudah dibius, tetapi saya masih ingat bagaimana rasa sakitnya saat itu!" ucap Yenny mengenang.
Yenny yang berhasil hamil, kemudian harus beristirahat total selama masa kehamilan. Ini karena tiga dari empat embrio yang ditanamkan kembali di rahimnya berkembang dengan baik.
"Kehamilan saya dianggap berisiko tinggi karena mengandung tiga anak pada kehamilan pertama. Apalagi usia saya pada waktu itu 36 tahun, tidak muda lagi," kata Yenny.
Adhi (56), yang juga pernah mengikuti dua kali program bayi tabung, mengatakan, istrinya sekarang menderita alergi dan agak menurun kondisi kesehatannya setelah mengikuti program ini.
"Dokter kandungan yang memeriksa istri saya menduga, karena disuntik hormon untuk memacu pertumbuhan telur telah membawa dampak negatif buat tubuh istri saya. Dulu tubuh istri saya kuat sekali. Dia tidak mudah sakit. Dia memang ada alergi, tetapi ringan. Setelah ikut program bayi tabung, alerginya parah sekali," kata Adhi yang mengaku senang pada anak-anak.
Angka keberhasilan program bayi tabung di seluruh dunia sekarang ini berkisar 25-30 persen. Namun dengan teknologi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin di masa mendatang angka keberhasilan yang bisa dicapai semakin tinggi.
Sumber: Kompas - Kompas - Minggu, 06 Agustus 2006
31 Mei 2010
MEMILIH JENIS KELAMIN ANAK, MUNGKINKAH? (Con’t)
1. Untuk mendapat anak laki – laki
Membilas Vagina dengan Air + Soda
Larutan untuk membilas dibuat dari campuran 1 gelas air + 2 sendok makan garam soda (natrium bikarbonat soda). Kromosom X bersifat lebih tahan asam sedangan kromosom Y bersifat kurang tahan asam serta jalannya lebih cepat. Pembilasan vagina dengan larutan garam soda bertujuan menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.
Istri Orgasme Lebih Dulu
Biarkan istri mencapai orgasme lebih dahulu baru disusul suami. Cairan yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme akan lebih mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur. Semakin cepat sampai akan semakin baik, karena usia sperma Y lebih pendek.
Posisi Knee-Chest
Ada posisi yang diduga bisa membuat sperma Y meluncur cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur, yaitu posisi knee-chest (genu pektoral). Posisi dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang ini disebut juga doggie style.
Penetrasi Dalam
Semakin dalam penetrasi, maka semakin dekat jarak yang ditempuh sperma menuju sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya saat ejakulasi berlangsung, hal ini bisa meningkatkan kemungkinan mendapat anak laki-laki.
"Puasa" Sementara
Untuk meningkatkan kuantitas volume spermanya, suami dianjurkan menabung spermanya atau tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan mendapatkan anak laki-laki juga meningkat. Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari hubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila ada sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur.
Lingkungan pedesaan
Pada lingkungan pedesaan polusi minimal sehingga jumlah sperma juga lebih banyak. Sehingga kemungkinan mendapat anak laki – laki juga meningkat.
Sodium dan Kalium
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Jean Choukron, 85 % dari pasangan yang diberi makanan bersodium tinggi berhasil mendapatkan anak laki – laki. Ternyata pisang banyak mengandung sodium dan kalium. Kemudian Dr. Jean mengumpulkan berbagai jenis makanan yang banyak mengandung sodium dan kalium. Hasilnya, selain pisang adalah kentang, buah aprikot, buah peach dan daging.
2. Untuk Mendapat Anak Perempuan
Membasuh Vagina dengan Air + Cuka
Untuk meningkatkan kadar keasaman vagina, basuhlah daerah itu dengan 1 gelas air yang sudah dicampur 2 sendok makan asam cuka. Lingkungan vagina bersuasana asam diharapkan dapat mematikan sperma Y sehingga sperma X selamat sampai tujuan. Volume sperma X yang banyak dapat meningkatkan kemungkinan menghasilkan anak perempuan.
Hindari Orgasme
Saat melakukan hubungan intim, usahakan agar ejakulasi terjadi sebelum istri mencapai orgasme. Tanpa orgasme, sekresi alkalis (pengeluaran substansi yang membuat daerah vagina bersifat basa) tidak terjadi dan ini akan membuat sperma Y mati sehingga menguntungkan sperma X yang punya daya tahan lebih baik.
Posisi Muka Bertemu Muka
Hubungan intim dengan posisi saling berhadapan, istri di bawah dan suami di atas sebetulnya membuat sperma tidak bisa langsung menerobos ke mulut serviks (leher rahim). Dengan begitu waktu yang dibutuhkan sperma pun akan lebih lama dan hal ini lebih menguntungkan sperma X.
Penetrasi Pendek
Penetrasi pendek dilakukan dengan cara mengangkat penis hingga ke ujung vagina saat suami mengalami ejakulasi. Tindakan ini berarti memperpanjang jarak sperma ke sel telur yang diduga akan menambah persentase kesempatan sperma X mengingat daya tahannya yang lebih kuat ketimbang sperma Y.
Seks Teratur
Dengan seks teratur, volume sperma yang keluar otomatis lebih sedikit karena tidak ada sperma yang ditabung. Hal ini diyakini akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan. Sebelum mencapai sel telur, sperma harus melalui perjalanan berat. Sebagian sel sperma akan mati di perjalanan, terutama sperma Y yang berumur pendek. Akhirnya semakin lama jumlahnya akan semakin sedikit. Untuk mendapatkan volume sperma yang sedikit, hubungan intim sebaiknya dilakukan setelah haid, setiap 2 hari sekali hingga 2-3 hari menjelang ovulasi. Dengan begitu, sperma X yang tahan lebih lama mungkin saja banyak yang masih tertinggal dan akan membuahi sel telur begitu ovulasi terjadi.
Lingkungan Perkotaan
Pada lingkungan perkotaan yang sudah banyak polusi jumlah sperma akan berkurang sehingga kemungkinan jumlah sperma Y yang bertahan juga sedikit. Maka lebih besar kemungkinan mendapat anak perempuan.
Magnesium dan Kalium
Dr. Jean juga melakukan penelitian pada makanan yang banyak mengandung magnesium dan kalium. Makanan ini banyak terdapat pada susu yoghurt, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan mengurangi konsumsi garam. Hasilnya, ternyata sebagian besar pasangan yang mengkonsumsi makanan yang mengandung magnesium dan kalium berhasil melahirkan bayi yang mereka harapkan yaitu bayi perempuan.
Semoga bermanfaat...
Diambil dari ...:.Hemisfer
MEMILIH JENIS KELAMIN ANAK, MUNGKINKAH?
1. Diet
Seorang ibu berkesempatan lebih besar mendapat anak laki – laki bila mereka meningkatkan asupan nutrisinya sebelum konsepsi. Konsumsi sereal untuk sarapan juga berhubungan kuat dengan kecenderungan mendapat anak laki – laki. Hal ini terjadi karena pada penelitian in vitro, glukosa meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan janin laki – laki dan menginhibisi yang wanita.
2. Teori Akihito
Disebut demikian karena konon yang menemukan adalah kaisar Jepang Hirohito. Lalu sang putra mahkota, Akihito, menerapkan teori ini dan berhasil mendapatkan 2 putra dan 1 putri, sesuai dengan keinginannya. Pada intinya teori ini berdasarkan pada penghitungan masa ovulasi (pengeluaran sel telur) istri. Seperti diketahui, laki-laki dalam hal ini sel sperma ada yang memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sedangkan wanita punya 2 kromosom seks yang sama yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan intim, sperma X membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan (XX). Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka kromosom Y akan bertemu kromosom X sehingga akan mendapat bayi laki-laki (XY). Jadi intinya, anak laki-laki bisa diperoleh jika sperma Y lebih dulu membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan maka sperma X yang harus lebih dulu membuahi sel telur. Hasil penelitian juga menunjukkan masing-masing kromosom memiliki karakter sendiri-sendiri. Sperma Y berbentuk bundar, ukurannya lebih kecil atau sekitar sepertiga kromosom X, bersinar terang, jalannya lebih cepat, dan usianya lebih pendek serta kurang tahan dalam suasana asam.Sedangkan sperma X ukurannya lebih besar, berjalan lamban, bentuknya lebih panjang, dan dapat bertahan hidup lebih lama serta lebih tahan suasana asam. Dari data itu bisa disimpulkan jika ingin memperoleh anak laki-laki maka hubungan intim harus dilakukan bertepatan atau segera setelah terjadi ovulasi (saat keluarnya sel telur dari indung telur atau masa subur). Dengan begitu, sperma Y yang masuk ke dalam rahim dapat langsung membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan sebelum ovulasi terjadi. Misalnya, ovulasi diperkirakan terjadi pada tanggal 10. Oleh karena itu, hubungan intim sebaiknya dilakukan 3 hari sebelumnya, sehingga pada saat ovulasi terjadi tinggal sperma X yang masih hidup dan membuahi sel telur. Metode ini memang tidak praktis karena pasangan harus tahu saat tepat berlangsungnya ovulasi. Padahal untuk mengetahui hal itu seorang wanita harus mengukur suhu basal tubuhnya selama 3 bulan berturut-turut. Proses pengukurannya pun tidak boleh salah, yakni dengan meletakkan thermometer khusus di mulut setiap pagi sebelum turun dari tempat tidur. Ada beberapa syarat lain, seperti suhu ruang harus normal dan wanita tidak dalam keadaan sakit. Lalu, hasil pengukuran itu dicatat dalam sebuah tabel. Bila suatu hari, suhu tubuh menunjukkan peningkatan dibanding suhu basal, berarti saat itulah ovulasi sedang terjadi. Sayangnya, bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur, hal ini tentu sulit dilakukan. Keakuratan metode ini juga rendah karena biar bagaimana pun kita tidak tahu apakah sperma X atau Y yang berhasil membuahi sel telur.
3. Shettles ( Dr. Landrum Shettles & David Rorvik )
Methode ini berdasarkan pada gerak sperma. Sperma yang memiliki kromosom Y (laki – laki), bergerak lebih cepat dibandingkan sperma yang memiliki kromosom X (perempuan).Menurut Shettles, methode ini lebih efektif untuk memiliki anak laki – laki. Efektifitasnya 75 %. Jika melakukan hubungan seks saat ovulasi akan melahirkan anak laki-laki, jika hamil dan jika melakukan hubungan seks 2-3 hari sebelum ovulasi akan melahirkan anak perempuan.
4. Whelan ( Elizabeth Whelan ScD )
Whelan menyatakan, jika menginginkan anak laki – laki, maka lakukan hubungan seks sebelum Suhu Basal Tubuh naik ( 68 % ) dan jika ingin bayi perempuan, agar menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks 2 – 3 hari sebelum ovulasi ( 56 % ).
5. Usia orangtua
Usia orangtua juga mempengaruhi rasio seks primer dan Manning (1997) melaporkan adanya pasangan dengan perbedaan usia yang jauh memiliki lebih banyak keturunan anak laki – laki. James (1986) berteori bahwa hal ini mungkin terjadi karena stress tingkat tinggi pada masyarakat kota yang meningkatkan sekresi kortikotropin sehingga mengstimulasi sekresi androgen adrenal ibu lalu terjadi hasil konsepsi menuju laki – laki.
6. Dominansi maternal
Hipotesa dominansi maternal berasal dari hasil pengamatan bahwa wanita yang lebih dominan dari wanita lainnya cenderung mendapat anak laki – laki. Baik pada binatang maupun manusia, dominansi adalah ciri karakteristik atau kepribadian yang dipengaruhi oleh hormon testosteron dan responsif terhadap perubahan lingkungan seperti fisik, sosial dan psikologis.
7. Inseminasi buatan
Sperma ditampung dalam gelas, kemudian disaring dengan media khusus yang kekentalannya berbeda untuk memisahkan sperma dengan semen. Sperma X akan lebih cepat mencapai bawah karena BM nya besar dan sperma Y akan lebih cepat bergerak keatas. Sperma yang telah dipisahkan diambil dan kemudian dilakukan inseminasi saat ovulasi. Penyebab rendahnya tingkat kehamilan pada wanita usia lanjut yang menjalani inseminasi buatan adalah karena peningkatan insidens kejadian abnormalitas kromosom pada embrio. Kebanyakan embrio dengan kromosom abnormal tidak tumbuh samapi cukup bulan. Dengan skrining genetik preimplantasi, tingkat kelahiran hidup pada wanita ini juga meningkat.
a. Ericsson ( Dr. Ronald Ericsson )
Methode Dr. Ronald Ericsson terbukti paling berhasil dalam merencanakan jenis kelamin anak. Sperma disaring dengan larutan protein ( albumin ) untuk memisahkan sperma pembawa kromosom X dan Y. Pemisahan ini juga bisa dilakukan dengan centrifuge, berdasarkan perbedaan ukuran sperma. Sperma yang berat ( X ) dibawah dan yang lebih ringan (Y) diatas.
b. MicroSort
Microsort pertama kali diuji klinis pada tahun 1993 dan dipakai luas untuk pasangan pada tahun 1996. Dasarnya adalah bahwa sperma X lebih berat daripada sperma Y. Sampel sperma ditandai dengan materi berflouresensi terikat kromosom. Karena kromosom X lebih besar, maka menyerap lebih banyak zat warna sehingga tampak lebih terang bila dilihat di bawah iluminasi laser. Sebuah elektroda dengan kutub positif dipasang pada kromosom X yang lebih terang dan yang negatif dipasang pada kromosom Y yang kurang terang. Sperma yang telah dipisahkan ke masing – masing penampung yang berbeda lalu dipilih untuk fertilisasi ovum.
c. Metode Spin
Metode ini berdasar berat sperma kromosom X. Semen disentrifus. Kromosom X yang lebih berat akan mengendap pada dasar tabung. Kromosom Y diperoleh di bagian tengah tabung. Tingkat kesuksesan mencapai 80%.
d. PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis)
PGD adalah salah satu metode yang menjamin akurasi pemilihan jenis kelamin 100%. Karena embrio dites jenis kelaminnya sebelum diimplantasi ke uterus.Pada skrining genetik preimplantasi, sebuah blastomer diaspirasi kemudian dibuat sejumlah kopian kromosom untuk dinilai. Embrio yang abnormal dihilangkan dan embrio dengan konstitusi genetik normal diimplantasikan.
e. PGH (Preimplantation Genetic Haplotyping)
Cara kerja PGH sama dengan PGD keculai bahwa teknik tes genetik yang digunakan lebih canggih. Pertama kali diumumkan keberhasilannya pada tahun 2006.
Mungkin itu adalah sekelumit dari perkembangan teknologi kedokteran masa kini. Menurut saya sebenernya yang terpenting bagi orang tua adalah bukanlah memilih jenis kelamin anak, tetapi sebagai calon orang tua, hendaknya yang paling penting mempersiapkan diri kita agar buah hati kita bisa mendapatkan asuhan dan kasih sayang dari kita agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
diambil dari ..:. Hemisfer
23 Februari 2009
VITAMIN DAN MINERAL PENTING UNTUK IBU HAMIL TRISEMESTER I
Trimester pertama atau tiga bulan pertama kehamilan, merupakan masa penting yang membutuhkan asupan gizi yang tepat. Kekurangan zat gizi tertentu, dapat menyebabkan gagalnya pembentukan otak dan organ-organ penting lainnya pada janin, yang bisa menyebabkan cacat bawaan.
Asam Folat
Berperan penting dalam perkembangan janin khususnya dalam perkembangan sistim saraf dan sel darah.
Konsumsi yang dianjurkan:
800 mikrogram (khususnya selama 12 minggu pertama)
Terdapat pada:
Vitamin C
Fungsinya:
- Membentuk kolagen interseluler. Kolagen adalah senyawa protein yang antara lain banyak terdapat dalam tulang rawan, dan kulit bagian dalam tulang.
- Berperan dalam proses penyembuhan luka dan infeksi.
- Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan stres.
Konsumsi yang dianjurkan:
50 miligram
Terdapat pula:
Sayuran dan buah-buahan segar, seperti jeruk, pepaya, kiwi, tomat, paprika, serta sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli dan kol.
Vitamin D
Fungsinya:
- Membentuk metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh.
- Membantu pembentukan struktur tulang dan gigi.
Konsumsi yang dianjurkan:
10 mikrogram atau 400 IU (Internasional Unit)
Terdapat pada:
Ikan berlemak seperti sarden, makarel, tuna dan salmon, minyak ikan, telur, susu dan mentega.
diambil dari ..:. Info-sehat.com
RESIKO KEGUGURAN LEBIH BESAR PADA PEREMPUAN YANG ORANG TUANYA MEROKOK
Dalam studi terhadap hampir 2.200 perempuan hamil yang tak merokok, para peneliti mendapati bahwa mereka yang menjadi perokok pasif dari orang-tua mereka selama masa kanak-kanak 80 persen lebih mungkin untuk mengalami keguguran dibandingkan dengan perempuan yang kedua orang-tuanya tak merokok.
Temuan tersebut disiarkan di dalam American Journal of Epidemiology. Orang-tua perokok diketahui dapat membahayakan pertumbuhan janin dan anak, sehingga menimbulkan gangguan pada masa dini seperti kekurangan berat badan dan asma.
Namun itu adalah studi pertama yang memperlihatkan hubungan antara kondisi terbuka terhadap rokok dari orang-tua pada masa kanak-kanak dan kemampuan reproduksi pada masa dewasa, kata penulis utama studi itu Dr. John Meeker dari University of Michigan Scholl of Public Health, dan rekannya.
Penelitian lebih jaun diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, kata Meeker, Asisten Profesor mengenai Ilmu Kesehatan Lingkungan.
Namun, ia menyatakan hasilnya cocok dengan badan penelitian yang memperlihatkan bahwa kondisi terbuka pada usia dini terhadap tekanan lingkungan hidup --termasuk asap rokok-- mungkin memiliki dampak kesehatan yang muncul saat seseorang mencapai usia dewasa.
Temuan itu dilandasi atas hasil kehamilan dari 2.162 perempuan yang menjalani perawatan bantuan reproduksi di salah satu dari tiga klinik kesuburan di Boston.
Para peneliti tersebut mendapati bahwa resiko keguguran pada seorang perempuan cenderung naik berkaitan dengan orang-tua yang merokok, yang tertinggi di antara mereka yang terbuka secara perokok pasif dari kedua orang-tua. Tak sepenuhnya jelas mengapa kondisi terbuka terhadap asap rokok pada masa kanak-kanak akan mempengaruhi resiko keguguran pada seorang perempuan.
Meskipun demikian, Meeker dan rekannya menyatakan bahwa asap rokok berisi ribuan zat kimia, termasuk sejenis zat yang diketahui atau diduga membahayakan kesehatan reproduksi --seperti timah, bensin dan cadmium.
Perkembangan sistem reproduksi pada anak-anak mungkin sangat rentan terhadap kondisi terbuka semacam itu. "Diketahui bahwa masa kanak-kanak adalah masa perkembangan yang sensitif dan selama masa itu tubuh manusia mudah dipengaruhi oleh dampak penyimpangan dari kondisi terbuka yang berbahaya," kata Meeker. "Anak-anak dari orang-tua perokok dapat menghadapi tingkat perokok pasif yang sangat tinggi di rumah, di mobil keluarga, dan di tempat lain," katanya.
"Ada 'lebih dari cukup' bukti dari berbagai kajian medis untuk memberitahu kita bahwa anak-anak harus dilindungi dari menjadi perokok pasif," kata Meeker.
"Hasil kami," katanya, "menunjukkan bahwa kita mesti mencegah kondisi terbuka ini bukan hanya demi kesehatan anak-anak kita, tapi barangkali cucu-cucu kita juga." ant/reuters/
diambil dari ..:. Gizi.net
SELUK BELUK STRETCH MARK, PENCEGAHAN DAN PENANGANANNYA
Munculnya stretch mark biasanya diawali dengan garis kemerahan atau keunguan pada permukaan kulit, lama kelamaan warna tersebut akan berubah menjadi garis-garis putih yang bila lebih diamati lagi, lebih mirip warna silver.
Secara medis, stretch mark disebut 'striae' dan muncul akibat kulit meregang dalam tempo singkat. Stretch mark tak hanya terjadi pada wanita hamil, sebab pada orang yang mengalami kegemukan pun bisa timbul akibat timbunan lemak di dalam tubuh.
Intinya, stretch mark terjadi akibat kulit harus meregang secara mendadak dan cepat, sehingga kulit menjadi kehilangan elastisitasnya. Bisa juga akibat pengaruh obat steroid bagi penderita asma.
"Tapi memang paling sering terjadi pada wanita hamil, hampir 90 persen wanita hamil terkena stretch mark," tutur dr. Nanden S. Prabu, SpKK dari Obagi Dermatologi Medical Clinics.
Garis-garis pada kulit ini pun dapat terjadi di beberapa bagian kulit, "Pada ibu hamil, daerah-daerah utama yang biasa terjadi adalah di payudara, dinding perut, paha dan bokong," tambahnya.
Melemahnya lapisan dermis
Kulit sebenarnya terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan teratas epidermis, lapisan tengah dermis dan lapisan terdalam, subcutaneou.
Terjadinya stretch mark sangat berpengaruh dengan lapisan dermis, sebab lapisan ini bertugas untuk mendukung kulit dan menjaganya agar tetap mulus. Dermis juga menjadi rumah bagi pembuluh darah yang mengangkut nutrisi untuk sel-sel kulit.
Lapisan dermis terbuat dari jaringan elastis yang membuat kulit mampu meregang sesuai kebutuhan tubuh. Tapi bila tubuh semakin membesar dalam tempo singkat, seperti saat hamil, serat ini akan melemah dan akhirnya pecah akibat kulit yang menipis.
Karena itu, munculnya stretch mark ditandai dengan menyebarnya pembuluh darah melalui lapisan dermis ke lapisan kulit epidermis yang menipis.
"Tapi jika kehamilannya terkontrol, dalam arti tidak terlalu besar dan ibu senantiasa menjaga tubuh, mungkin tak akan timbul stretch mark," ungkap dr. Nanden lagi.
Menurut dr. Nanden, stretch mark juga di picu oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, produksi hormon corticosteroid, kekurangan cairan dan masalah nutrisi. Jadi bila orangtua Anda - khususnya ibu - memiliki stretch mark, maka Anda pun cenderung mendapatkannya.
Wanita yang berkulit lebih gelap tidak banyak mengalami stretch mark, kemungkinan karena kadar melanin dalam tubuhnya lebih banyak. Sedang wanita yang tubuhnya banyak memproduksi hormon corticosteroid atau hormon yang menurunkan kadar collagen kulit, lebih mudah terkena karena kulitnya kurang elastis.
Ibu hamil yang banyak mengasup cairan, nutrisi tinggi, dan diet seimbang pun kulitnya lebih aman dari ancaman stretch mark. Dengan cukup cairan, kulit menjadi lebih elastis dan mampu merenggang seiring perkembangan tubuh selama hamil.
Menurut dr. Nanden, stretch mark tidak bisa dihilangkan seratus persen, tapi bisa diminimalisir dan dicegah bila melakukan perawatan kulit sejak dini.
Enam bulan pasca melahirkan, garis stretch mark biasanya akan memudar dan nyaris tak terlihat lagi. Tapi pada kasus yang parah dan stretch mark yang sangat nyata, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk mengetahui jenis perawatan yang dilakukan.
Cara mencegah dan mengobati
Meski akan hilang dengan sendirinya, namun belakangan sudah banyak produk yang dapat mengurangi efek stretch mark saat hamil. Produk tersebut umumnya berbentuk krim yang mengandung pelembab (moisterizer) atau collagen untuk menjaga elastisitas alami kulit, vitamin E dan A serta extra virgin coconut oil untuk membuat kulit tetap kencang.
"Selain meminimalisir munculnya stretch mark, obat tersebut juga bisa membantu mengatasi kulit yang kering serta memberi nutrisi pada kulit," tukas dr. Nanden.
Meski Retin A dianggap cukup ampuh untuk mengurangi strech mark secara signifikan, sebab mampu menembus lapisan luar kulit dan membantu memperbaiki sel kulit serta memproduksi collagen. Namun krim ini dilarang digunakan oleh ibu hamil maupun menyusui.
Pastikan krim pelembab anti stretch mark yang Anda pakai tidak banyak mengandung lemak, sehingga mudah menyerap dalam kulit. Imbangi pula dengan pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi, bila perlu tambahkan suplemen yang telah dikonsultasikan pada dokter.
Oleskan krim pada kulit setiap hari, sehingga mengurangi efek kekeringan yang biasanya mengiringi terjadinya stretch mark. Pijatan lembut saat mengoles, juga ikut membantu gerak sirkulasi di area yang mengalami stretch mark serta peregangan kulit tak berdampak buruk.
Selain menggunakan produk, kedokteran pun memiliki alternatif lain untuk mengurangi stretch mark yang hanya bisa dilakukan pasca melahirkan. "Jika dengan memakai produk saja bisa terlihat lebih cerah, apalagi jika dibantu dengan tindakan-tindakan (kedokteran)," tukas dr. Nanden.
Beberapa tindakan kedokteran yang bisa dilakukan tersebut, antara lain:
- Microdermabrasi
Tindakan ini untuk stretch mark yang sangat parah. Caranya, lapisan luar kulit akan dikelupas dengan menggunakan lampu abrasi agar permukaan kulit yang terkena stretch mark dapat kencang dan mulus kembali.
Cara ini, konon, tidak menyakitkan dan tidak membutuhkan anestesi. Sehingga pengerjaannya hanya boleh dilakukan oleh ahli kecantikan yang sudah terampil dibidangnya.
- Dengan laser
Laser akan menstimulasi produksi collagen, tapi penggunaan alat ini tidak murah, masih dipandang ekstrim dan sebaiknya tidak dilakukan tanpa pengawasan dokter ahli.
diambil dari ..:. Halohalo.co.id
13 Februari 2009
MENEBAK JENIS KELAMIN BAYI
Jika Calon Bayi Anda Laki-laki
- Anda tidak mengalami morning sickness pada masa awal kehamilan
- Detak jantung bayi anda kurang dari 140 detak per menit
- Anda akan merasakan berat beban pada bagian depan tubuh anda
- Perut anda akan terlihat bulat sempurna seperti bola basket
- Daerah areola (daerah hitam sekitar puting susu) anda berwarna lebih gelap
- Bentuk perut anda lebih condong ke arah bawah
- Anda ngidam makanan asin dan asam
- Anda ngidam makanan yang mengadung protein seperti daging dan keju
- Telapak kaki anda terasa lebih dingin dibanding sebelum anda hamil
- Tangan anda terasa kering
- Wajah anda menghadap ke arah utara saat tidur
- Suami anda bertambah berat badan, seperti halnya anda
- Anda terlihat lebih cantik dari sebelumnya
- Urin anda berwarna kuning cerah
- Hidung anda tampak lebih mekar
- Jika anda menggantungkan cincin kawin anda diatas perut anda makan cincin tersebut akan bergerak memutar
- Anda mengalami sakit kepala
Jika Calon Bayi Anda Perempuan
- Anda mengalami morning sickness pada awal masa kehamilan
- Detak jantung bayi anda sekurang-kurangnya 140 detak per menit
- Anda akan merasakan berat beban pada bagian pinggul dan punggung
- Payudara bagian kiri anda lebih besar dibanding payudara bagian kanan anda
- Rambut anda tumbuh berwarna lebih merah dari sebelumnya
- Bentuk perut anda akan condong ke arah atas
- Perut anda akan tampak bulan oval seperti buah semangka
- Anda ngidam makanan-makanan manis
- Anda ngidam buah-buahan
- Anda ngidam jus jeruk
- Anda terlihat lebih cerewet dibanding sebelum kehamilan
- Anda akan terasa lebih moody dibanding sebelum kehamilan
- Kulit wajah anda terlihat lebih bermasalah dibanding sebelumnya
- Anda menolak memakan roti dengan kulitnya
- Payudara anda terlihat sangat mengembang
- Wajah anda menghadap ke selatan saat tidur
- Urin anda akan berwarna kuning kusam
- Jika anda menggantungkan cincin kawin anda diatas perut anda makan cincin tersebut akan bergerak dari sisi kanan kekiri atau sebaliknya.
So, calon bayi anda kira-kira laki-laki atau perempuan ya? Selamat menebak-nebak!
diambil dari ..:. Kafebalita.com
06 Februari 2009
WASPADAI PERTUMBUHAN JANIN TERLAMBAT(PJT)
Sebenarnya apa sih yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin, bahayakan untuk keselamatan ibu dan sang jabang bayi?
Faktor Penyebab Terjadinya PJT
Secara garis besar PJT disebabkan beberapa faktor, yaitu:
- Janin. Jika PJT disebabkan oleh faktor janin, biasanya terjadi karena adanya kelainan genetik, ada yang sifatnya ringan sehingga memungkinkan bayi masih bisa hidup ada juga yang malah bisa membahayakan bayi.
- Plasenta. Plasenta bertugas memberi pasokan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi. “Jika terjadi gangguan pada plasenta, maka penghantaran makanan dan oksigen menjadi tidak optimal, maka bayi pun menjadi sulit berkembang.
- Ibu. Faktor dari si ibu disini yaitu terkait dengan faktor usia (wanita hamil berusia 35 tahun ke atas punya kecenderungan lebih besar terjadi PJT pada janin yang dikandungnya), gaya hidup tidak sehat, misalnya calon ibu adalah seorang pecandu rokok, alkohol, dan narkoba. Penyebab lainnya, jika ibu hamil mengidap penyakit: hipertensi, anemia, atau memiliki penyakit infeksi selama kehamilan.
Kapan Kemungkinan PJT Terjadi
Wanita hamil umumnya mengalami peningkatan berat badan sesuai dengan usia kehamilan mereka. Jika tidak terjadi peningakatan berat badan pada ibu setelah usia kehamilan 20 minggu, ibu patut curiga kemungkinan terjadinya PJT. crosscheck kembali apakah ibu mempunyai salah satu faktor penyebab PJT, jika iya segeralah lakukan sejumlah pemeriksaan pada dokter ahli, seperti:
- Pemeriksaan tinggi fundus (rahim). Dokter dapat mengetahui keadaan PJT dari pertambahan ukuran rahim ibu (tingginya rahim yang diukur dari puncak rahim sampai batas tulang kemaluan). Dalam 2 kali pemeriksaan apabila tidak terjadi kenaikan, dapat di curigai adanya hambatan.
- Pemeriksaan USG (ultrasonografi). Setiap ibu hamil memiliki patokan kenaikan berat badan. Misalnya, bagi Anda yang memiliki berta badan normal, kenaikannya sampai usia kehamilan 9 bulan adalah antara 12,5 kg-18 kg, sedangkan bagi yang tergolong kurus, kenaikan sebaiknya antara 16 kg-20 kg. Sementara, jika Anda termasuk gemuk, maka pertambahannya antara 6 kg – 11,5 kg. Nah, bagi ibu hamil yang tergolong obesitas, maka kenaikan bobotnya sebaiknya kurang dari 6 kg. Untuk memantau berat badan, terdapat parameter yang disebut dengan indeks massa tubuh (IMT). Patokannya, bila :
IMT 20 – 24 = normal
IMT 25 – 29 = kegemukan (overweight)
IMT lebih dari 30 = obesitas
IMT kurang dari 18 = terlalu keras
Sedangkan, pada trimester akhir pertambahan bobot bisa sekitar 2 kg/bulan.
Bahaya PJT Bagi Janin
PJT yang tidak segera diberi tindakan penanganan dokter dapat menyebabkan bahaya bagi janin hingga menyebabkan kematian. Kondisi ini disebabkan karena terjadinya kondisi asupan nutrisi dan oksigenasi yang tidak lancar pada janin. Jika ternyata hambatan tersebut masih bisa di tangani kehamilan bisa dilanjutkan dengan pantauan dokter, sebaliknya jika sudah tidak bisa ditangani maka dokter akan mengambil tindakan dengan memaksa bayi untuk dilahirkan melalui operasi meski belum pada waktunya.
Pemeriksaan Rutin
Pada saat kehamilan, pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan agar kondisi ibu dan janin dapat selalu terpantau. Termasuk, jika ada kondisi PJT, dapat diketahui sedini mungkin. Setiap ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 4 minggu sampai dengan usia kehamilan 28 minggu. Kemudian, dari minggu ke 28-36, pemeriksaan dilakukan setidaknya setiap 2 minggu sekali. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan setiap 1 minggu sampai dengan usia kelahiran atau 40 minggu. Semakin besar usia kehamilan, semakin mungkin pula terjadi hambatan/gangguan. Jadi,pemeriksaan harus dilakukan lebih sering seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
Untuk mencegah terjadinya PJT pada janin, setiap ibu hamil sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Usahakan hidup sehat. Konsumsilah makanan bergizi seimbang. Untuk kuantitas, makanlah seperti biasa ditambah ekstra 300 kalori/hari.
- Hindari stress selama kehamilan. Stress merupakan salah satu faktor pencetus hipertensi.
- Hindari makanan obat-obatan yang tidak dianjurkan selama kehamilan. Setiap akan mengkonsumsi obat, pastikan sepengetahuan/resep dokter kandungan.
- Olah raga teratur. Olah raga (senam hamil) dapat membuat tubuh bugar, dan mampu memberi keseimbangan oksigenasi, maupun berat badan.
- Hindari alkohol, rokok, dan narkoba.
- Periksakan kehamilan secara rutin.
diambil dari ..:. Kafebalita.com
TETAP AKTIF BEKERJA SELAMA HAMIL
- Usahakan agar kaki anda selalu dalam posisi terangkat, misalnya dengan menaikannya ke atas box atau meja kecil dibawah meja anda. Cara ini menjaga agar posisi kaki tetap sejajar.
- Gunakan sepatu yang nyaman dipakai, hindari sepatu high heels agar kaki tidak berat menahan beban tubuh.
- Berbusana dengan nyaman. Sebaiknya gunakan celana dari bahan karet lembut, terutama jika usia kandungan mulai besar.
- Jalinlah hubungan dengan rekan anda yang juga sedang hamil (jika ada). Sehingga anda dan rekan bisa saling mendukung dan berbagi informasi.
- Pastikan anda beristirahat sejenak ditengah-tengah aktifitas anda. Misalnya jika anda terlalu banyak duduk, berdirilah, lakukan peregangan untuk beberapa saat, atau mulainya berjalan berkeliling. Sebaliknya bila anda terlalu lama berdiri, duduklah dengan meluruskan kaki anda.
- Perbanyaklah minum air putih.
- Pastikan tempat kerja anda cukup nyaman dan memungkinkan bagi ibu hamil seperti anda untuk tetep aktif bekerja.
- Jangan memaksakan diri, baik dalam bekerja maupun aktifitas lain dimanapun anda berada.
- Makan makanan bergizi, dan hindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung kafein.
- Hindari berada di area kerja yang berbahaya, seperti kontruksi bahan bangunan, tempat licin dan sebagainya.
- Kurangi stres dengan berlatih pernapasan atau berjalan-jalan kecil.
- Terimalah bantuan dari teman-teman anda jika memang anda membutuhkan, jangan berlagak seolah anda mampu melakukan semuanya sendiri, seperti saat anda belum hamil.
Dengan memperhatikan saran-saran diatas, anda akan tetap bisa aktif bekerja meski sedang hamil. Selain itu anda juga akan merasa lebih nyaman ditempat kerja, serta bisa mengurangi rasa lelah selepas anda bekerja. Selamat Bekerja Mom!
PERLENGKAPAN YANG DIBAWA SELAMA PERSALINAN
Jikalau anda berencana melahirkan di rumah, bidan akan menyarankan apa saja yang perlu disiapkan.
Apabila berencana melahirkan di rumah sakit atau di rumah bersalin, anda perlu mengetahui seluk beluk fasilitas tersebut beberapa minggu sebelum persalinan dan merencanakan transportasi yang akan digunakan. Sangat dianjurkan untuk menyiapkan terlebih dahulu segala keperluan selama rawat inap di rumah sakit. Berikut ini beberapa saran perlengkapan perlu disiapkan.
Perlengkapan ibu hamil :
- Beberapa baju tidur atau baju kasual dengan bukaan depan (bila anda memilih tidak menyusui), sebuah jubah-mandi serta sepasang sandal. Jangan lupa memilih pakaian-pakaian longgar karena selangkang dan perut anda mungkin masih peka.
- Beberapa bra untuk menyusui dan breast pad.
- Celana dalam katun dan pembalut wanita, termasuk pembalut wanita dengan kapasitas menyerap maksimal secukupnya untuk beberapa hari pertama.
- Satu tas kecil perlengkapan kosmetika dan barang-barang lain untuk kenyamanan pribadi.
- Obat-obatan yang biasa diminum sebelum masa kehamilan (berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter pribadi anda)
Perlengkapan bayi :
- Popok (untuk pulang ke rumah)
- Singlet
- Baju tidur
- Penutup kepala
- Selimut dari bahan katun
- Sarung tangan dan kaki.
diambil dari ..:. Wyethindonesia.com
MEMILIH DOKTER KANDUNGAN IDEAL
Seideal apa pun, dokter yang dipilih harus bisa membuat ibu hamil nyaman dan aman berada dalam penanganannya. "Mbak, kalau mau periksa kandungan, enaknya ke dokter A. Orangnya baik, ramah, dan suka guyon. Tapi harus tahan antre, soalnya pasiennya banyak banget!"
"Mendingan dokter B saja. Dia banyak ngasih penjelasan. Apa yang kita tanya pasti dijawab lengkap dan mudah dimengerti. Wah, pokoknya memuaskan deh!"
"Kalau mau dokter yang asyik, pilih saja dokter C. Dia tergolong dokter senior, jadi sudah pengalaman banget. Selain itu, dia juga lumayan ganteng loh!"
Begitulah komentar para ibu tentang sosok dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) yang pernah memeriksanya. Dari beberapa komentar singkat tersebut, ternyata memang setiap orang memiliki "selera" tersendiri. Walau demikian, masukan dan saran dari teman, kakak, saudara, dan lainnya boleh-boleh saja dijadikan bahan pertimbangan. Namun akhirnya, Anda sendirilah yang harus memutuskan hendak memeriksakan kehamilan ke dokter yang mana.
Begitu banyak kriteria yang muncul mengenai sosok seorang dokter, tentu tidak terlepas dari persepsi atau penilaian ibu-ibu hamil yang pernah menjadi pasiennya. Akibatnya, bukan tidak mungkin Anda malah bingung, mau pilih dokter yang mana ya?
Kriteria Dokter Kandungan Ideal
Sebagai pegangan, inilah yang bisa dijadikan pertimbangan kala memilih dokter kandungan dan kebidanan bagi kehamilan dan persalinan Anda:
- Jenis kelamin. Faktor jenis kelamin menjadi salah satu kriteria yang banyak dipilih, apakah dokter kandungan dan kebidanan tersebut perempuan atau pria. Alasan kenapa harus memilih dokter kandungan dan kebidanan berdasarkan gender ini tentu beragam. Contohnya, seorang ibu hamil merasa lebih nyaman jika diperiksa oleh dokter dengan jenis kelamin sama. Yang bersangkutan tidak perlu merasa risih atau sungkan ketika sang dokter melakukan proses pemeriksaan, terutama pemeriksaan dalam, karena sama-sama perempuan. Sebaliknya, ada juga yang lebih memilih diperiksa oleh dokter pria, karena mungkin ia merasa bisa curhat mengungkapkan keluhan-keluhan kehamilan dan merasa terlindungi.
- Penampilan dan pembawaan. Ada juga pasien yang mempertimbangkan penampilan fisik sebagai bahan pertimbangan yang cukup penting. Misalnya, sang dokter berparas tampan atau cantik, bersih, rapi dan wangi. Pasien merasa senang kalau diperiksa oleh dokter dengan sederet kriteria tadi. Sebaliknya, ada juga ibu hamil yang sama sekali tak mempertimbangkan apakah si dokter ganteng atau cantik. Yang penting baginya, dokter tersebut haruslah ramah, murah senyum, tidak kaku dan melakukan pemeriksaan dengan santai. Sikap luwes ini umumnya juga dikaitkan dengan kesediaan si dokter memberikan penjelasan memuaskan. Jika ibu merasa nyaman karenanya, tentu saja pilihan yang dibuat berdasarkan penampilan dan pembawaan dokter menjadi sangat logis.
- Pengalaman praktik. Tak sedikit ibu hamil yang memilih dokter kandungan dan kebidanan berdasarkan pengalaman praktiknya. Dalam hal ini, yang menjadi incaran adalah para dokter senior dan praktek di beberapa RS kenamaan. Pilihan semacam ini memang bisa membuat pasien seperti Anda yang sedang hamil tidak khawatir menggantungkan nasibnya di tangan dokter yang betul-betul pakar di bidangnya & berpengalaman. Akan tetapi tidak salah pula jika ada yang lebih senang memeriksakan diri ke dokter "junior". Di mata pasiennya, dokter seperti ini dianggap lebih care, pengetahuannya lebih up-to-date, serta tenaganya masih full, dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan dan punya banyak waktu (karena pasiennya belum banyak) saat konsultasi maupun kala harus membantu proses persalinan.
- Jumlah pasien. Jumlah pasien seorang dokter ternyata juga memberi kontribusi bagi banyak orang dalam memutuskan akan memilih dokter kandungan dan kebidanan yang mana. Banyaknya pasien dinilai sebagai poin plus sang dokter. Bukankah itu berarti kualitas si dokter sudah diakui banyak orang? Resikonya, Anda harus rela berlama-lama menunggu giliran diperiksa oleh sang dokter "istimewa" ini. Jika tidak mau menunggu di antrian yang panjang, Anda bisa memilih dokter kandungan dan kebidanan yang pasiennya sedikit. Pertimbangannya, antrian yang terbatas sangat memungkinkan masing-masing pasien punya cukup waktu untuk berdialog atau mendapatkan penjelasan yang komprehensif. Kalau pasiennya seabrek, sulit bagi si dokter untuk punya banyak waktu dalam menyampaikan informasi panjang lebar pada semua pasiennya.
- Rekomendasi saudara atau teman. Memilih dokter kandungan dan kebidanan bisa semata-mata berdasarkan rekomendasi dari sanak famili atau teman. Dari merekalah, didapat gambaran kemampuan dan karakter dokter yang dimaksud. Kalau saat datang pertama kali ternyata benar sesuai dengan gambaran ideal, kemungkinan besar inilah pilihan yang cocok. Akan tetapi bila ternyata tidak sesuai, boleh saja mencari masukan dari teman-teman atau sumber lain.
Memang sama sekali tidak mengherankan bila ibu hamil berbeda pendapat dalam menetapkan sejumlah kriteria atas dokter kandungan dan kebidanan. Yang utama, Anda harus menaruh rasa percaya pada dokter pilihannya. Kepercayaan ini amat menentukan relasi dua arah antara dokter dan pasiennya. Rasa percaya memungkinkan seorang ibu mengutarakan segala keluhan seputar kehamilan yang dirasakannya. Begitu juga semua pertanyaan, hingga tidak hanya menggantung di benaknya. Secara timbal balik, mendapat kepercayaan dari pasiennya membuat sang dokter mampu mengatasi segala kekhawatiran, keluhan, maupun gangguan kehamilan yang dialami pasiennya.
Seiring perjalanan waktu, pasien juga akan menilai sendiri bagaimana kepuasan ataupun tingkat pelayanan dokter yang menangani kondisi kehamilannya. Bisa saja baru sekali periksa, Anda langsung merasa cocok dengan dokter itu. Kalaupun tidak merasa cocok, Anda berhak untuk berganti dokter hingga akhirnya menemukan yang dianggap paling cocok. Pada prinsipnya, semua dokter akan memberi pelayanan maksimal dan terbaik bagi para pasiennya. Sementara soal kepuasan, setiap pasien bisa saja memiliki kriteria penilaian tersendiri.
diambil dari ..:. kafebalita.com
KONSUMSI APEL SELAMA MASA KEHAMILAN LINDUNGI BAYI DARI ASMA
Dalam penelitian tersebut, para peneliti dari Belanda dan Skotlandia, yang dipimpin oleh S.M. Willers dari Universitas Utrecht melacak makanan hampir 2 ribu wanita hamil dan memeriksa kesehatan paru-paru dari 1.253 orang anak mereka.
Pada usia 5 tahun, sekitar 162 anak (12.9 persen) menderita gangguan pernafasan dalam beberapa tahun terakhir dan 145 anak (11,6 persen) telah dipastikan menderita asma oleh dokter.
Di antara berbagai jenis makanan yang dimakan oleh para ibu hamil, hanya konsumsi apel yang menunjukkan keterkaitan yang konsisten dengan kemunculan gangguan pernafasan dan asma pada masa kanak-kanak, menurut laporan tim itu yang diterbitkan di jurnal kesehatan Thorax. Itu adalah penemuan baru, kata Willers dan rekan-rekannya.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi lebih dari empat apel setiap pekan mengalami penurunan resiko ganggguan pernafasan sekitar 37 persen dan penurunan resiko menderita asma 53 persen, dibandingkan dengan para ibu hamil yang tidak mengonsumsi satu, atau tidak sebuah pun, apel setiap pekannya selama masa kehamilan.
Hubungan yang spesifik ditemukan pada apel, dan bukan pada jumlah total buah yang dikonsumsi atau jeruk, jus buah atau konsumsi sayuran, yang pengaruhnya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan dampak spesifik apel, menurut para peneliti, itu mungkin disebabkan oleh kandungan phytokimia apel, seperti flavonoid, yang memberikan dampak positif bagi fungsi paru-paru pada orang dewasa.
Penelitian itu juga menunjukan bahwa mengonsumsi ikan selama masa kehamilan dapat mengurangi resiko alergi kulit eksema. Anak-anak dari ibu yang mengonsumsi ikan sekali dalam satu pekan atau lebih selama masa kehamilan memiliki resiko menderita eksema lebih rendah 43 persen dibandingkan anak-anak yang ibunya menghindari makan ikan.
"Jika hasil ini telah dikonfirmasi," kata para penyelidik tersebut, "rekomendasi mengenai perubahan makanan selama masa kehamilan mungkin membantu melindungi anak-anak dari asma dan alergi."
diambil dari ..:. Gizi.net
MEMBENTUK ANAK CERDAS SEJAK HAMIL
Otak terletak di dalam tengkorak yang berhubungan langsung dengan sumsum tulang belakang, serta membentuk suatu sistem saraf pusat.
Dibandingkan dengan seluruh berat badan, berat otak hanya mencapai 2 - 3 persen.
Tetapi peranan otak sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun beratnya sangat kecil, tetapi kebutuhannya akan oksigen dan glukosa, paling banyak dibandingkan dengan organ-organ lainnya.
Pada orang dewasa, diperlukan 600 mililiter oksigen (25 persen dari total konsumsi oksigen oleh tubuh) dan 100 mililiter glukosa per menit. Kebutuhan sebanyak itu harus dibawa oleh satu liter darah (20 persen dari seluruh darah yang dikeluar-kan jantung setiap menit) yang mengalir ke otak.
Terhentinya aliran darah selama tiga menit saja dapat mengakibatkan kerusakan sel otak, sedangkan aliran darah yang berhenti selama lebih dari sembilan menit akan mengakibatkan kematian.
Susunan otak sangat rumit, tetapi secara sederhana dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu otak besar (cerebrum) dan otak kecil (cerebellum). Otak besar merupakan 70 persen dari seluruh isi otak, serta bertanggungjawab terhadap tingkat kecerdasan dan kemampuan berpikir kita.
Dalam otak besar inilah, informasi yang diterima oleh organ penginderaan diolah, disimpulkan dan ditanggapi. Otak kecil bervolume kira-kira 10 persen dari seluruh otak, berfungsi sebagai pengontrol koordinasi dan keseimbangan.
Tingkat Kecerdasan
Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta memecahkan permasalahan-permasalahan secara cepat dan tepat.
Tingkat kecerdasan anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial-ekonomi keluarga), motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang dapat diukur dengan alat electro-encephalogram (EEG), alat positron-emission tomography (PET) dan tes IQ.
Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan. Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah. Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama.
Tes IQ sejak lama telah dipakai. Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang. Orang-orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.
Misalnya, Albert Einstein yang sangat ahli dalam bidang fisika, matematika dan juga pemain biola yang sangat piawai itu memiliki IQ 172 (72 persen lebih tinggi dari orang kebanyakan).
Demikian juga dengan Henri Poincare, seorang ahli matematika yang terkenal karena ketajaman intuisinya tercatat memiliki IQ di atas 200. Plato, Michael Angelo, Mozart dan tokoh-tokoh lainnya, telah dicatat sejarah sebagai pemilik IQ yang tinggi serta ahli dalam bidangnya masing-masing.
Menurut Tirtonegoro (1984), tingkat kecerdasan seseorang menyebar secara normal mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, yaitu: 1 persen cacat berat/idiot (IQ 0 - 25), 2 persen cacat agak berat/imbesil (IQ 25 - 50), 20 - 25 persen cacat ringan /debil (IQ 50 - 75) dan lamban belajar (IQ 75 - 85), 50 - 55 persen rata-rata/normal (IQ 90 - 110), 20 - 25 persen superior (IQ 110 - 125), 2 persen sangat superior/gifted (IQ 125 - 140), dan 1 persen genius (IQ 140 - 200).
Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa menciptakan status gizi yang baik dan pera-watan yang memadai, agar bayi yang kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.
Kekurangan Energi
Keadaan gizi ibu-ibu hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu-ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah-masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP). Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg.
Kondisi BBLR akan sangat berpengaruh terhadap perkem-bangan kesehatan anak selanjutnya. Selain kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemam-puan belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut. Selain itu, bayi BBLR mempunyai kemungkinan meninggal sebelum usia satu tahun, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan berat badan normal.
Ibu-ibu hamil yang cukup gizi akan mengalami pertambahan berat badan rata-rata sebesar 12,5 kg selama 9 bulan kehamilannya dan akan melahirkan bayi dengan berat badan rata-rata 3,3 kg. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu hamil harus cukup mengonsumsi bahan-bahan makanan sumber energi, protein, vitamin dan mineral.
Rata-rata tambahan energi yang diperlukan selama masa kehamilan, adalah 80.000 kilokalori. Jumlah tersebut terbagi atas 150 kilokalori per hari selama trimester (tiga bulan) pertama, 350 kilokalori per hari selama trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.
Tambahan protein yang diperlukan untuk mencapai keadaan normal tersebut adalah 925 gram, yaitu rata-rata 3,3 gram per hari selama masa kehamilannya. Tambahan protein yang diperlukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga masing-masing 1,2; 6,1 dan 10,7 gram per hari. Selain itu diperlukan juga tambahan vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan.
Kondisi KEP pada ibu-ibu hamil, sudah barang tentu akan berpengaruh besar terhadap anatomi otak bayi yang kelak dilahirkan. Yaitu menyangkut berat otak, jumlah sel otak dan besar sel otak. Telah diketahui bahwa anatomi otak sangat berhubungan erat dengan tingkat kecerdasan anak di kemudian hari.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah konsumsi asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang (PUFA). Termasuk ke dalam kelompok PUFA adalah asam lemak Omega-3 dan asam lemak Omega-6.
Asam lemak Omega-3 yang umumnya terdapat pada lemak ikan laut, terdiri dari asam lemak linolenat, asam eikosapentanoat (eicosapentanoic acid = EPA) dan asam dokosaheksanoat (docosahexanoic acid = DHA), yang masing-masing terdiri dari 3,5 dan 6 buah ikatan rangkap. Asam lemak Omega-6 yang umumnya terdapat pada lemak biji-bijian, terdiri dari asam linolenat dan asam arakhidonat.
Asam lemak Omega-3, khususnya DHA, telah diketahui sangat besar peranannya dalam perkembangan otak. Sehingga keberadaannya sangat diperlukan pada masa pertumbuhan otak seseorang, yaitu sejak masa janin hingga usia 2 tahun setelah kelahiran.
Selain diperoleh dari ikan dan minyak ikan laut, saat ini beberapa industri pangan telah melakukan penambahan asam lemak DHA ke dalam susu untuk ibu hamil, maupun susu formula bayi. @ Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi-IPB
diambil dari ..:. www.gizi.net
